Header Ads

Medsos Itu Bencana Bagi yang Kecanduan Khususnya Keluarga



drg. Widyawati, MKM (pict : milik grup Temu Kemenkes RI)



Memperingati 22 Desember 2018 yang dikenal dengan Hari Ibu,  Kementrian Kesehatan RI menyelenggarakan kegiatan Flash Blogging terkait kesehatan gender dan mengajak 30 blogger Bandung yang dikoordinir oleh  Bloggercrony community.

Beberapa info penting tentu kami dapatkan sebagai refresh info masa lalu akan tetapi cara menanggulangi kecanduan media social adalah masalah yang muncul seperti jamur di musim hujan dan sesungguhnya sudah menjadi semacam bencana Nasional
Salah satu nara sumber yang sempat hadir dan memaparkan tentang pentingnya menggendalikan penggunaan android dalam keluarga – keluarga di Indonesia adalah drg. Widyawati, MKM  Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI

Data yang ditampilkan salah satunya adalah meningkatnya pengguna internet di Indonesia,   bahwa :

Pada tahun 2017 pertumbuhan internet   di Indonesia   semakin meningkat naik menjadi 143.26 juga dari 132 juta pada 2016

Maknanya bahwa keluarga - keluarga di Indonesia sudah terjangkit  pendidikan yang disebut easy parenting,  makna seperti seorang Ibu Rumah Tangga yang ingin menyelesaikan berbagai pekerjaan rumahnya kemudian membekali gadget pada putera atau puterinya sehingga sang anak anteng menonton dan sang Ibu selesai membersihkan rumah, masak, setrika dan berbagai kesibukan rumah tangga yang tiada henti.



Memang idea yang sudah menjadi kebiasaan Ibu - ibu masa kini adalah tampak mudah dan biasa - biasa akan tetapi dalam jangka panjang ini sungguh berbahaya karena meracuni anak khususnya bagi perkembangan otak si anak,  hal yang pasti dirasakan orang tua anak sangat bergantung pada gadgetnya dan jika suatu ketika dipisahkan akan tantrum atau ngamuk hebat dan berat.


Blogger Kesehatan RI 22 Des 2018 (pict: WA Grup Temu Blogger KemenkesRI )

Sesungguhnya hal ini bisa diatasi sejak dini oleh pasangan keluarga baik suami atau istri harus memiliki komitmen agar keluarga diwaktu menggunakan gadget atau gawai dan aturan - aturan yang mengikat keluarga.

Salah satu cara yang sangat teknis adalah saat makan bersama seluruh keluarga Ayah, Ibu, anak dan cucu berkomitmen melepaskan gawainya, sehingga saat makam malam yang terjadi adalah komunikasi yang hangat dan terkoneksi antara satu dan lainnya.

Bagi keluarga tertentu mungkin bisa dilakukan akan tetapi bagi banyak keluarga yang hidup hanya sendiri tanpa khadimah (pembantu )  akan menjadi dilema berat antara membiarkan anak menonton gawainya dengan tanpa pengawasan karena ibu sibuk dengan urusan rumah tangga dan ayah mencari nafkah di luar rumah.

Mungkinkan negara harus turun tangan sehingga putera - puteri kita diawasi oleh negara pengasuhannya dalam bentuk komunitas day care,  atau mungkin ada lembaga swasta yang di subsidi oleh negara sehingga bapak dan ibu tidak galau menjalankan kehidupan rumah tangga dan keluarganya tanpa mengorbankan anak menjadi kecanduan gawai. 


Bandung,  22 Des 2018 M /  14 Rabi'ul Awwal 1440 M 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.